Sebenarnya, tak seharusnya aku dipanggil "Putri", apalagi "Putri Pelangi".
Pelangi?
Hm, hidup kadang memang tak seindah pelangi.
Namun bagiku.. Pelangi adalah secercah harapan.
Tiba seusai hujan pergi, seakan membawa senyum setelah hujan deras dalam waktu lama.
Entahlah, aku menyukai pelangi.
Pelangi berarti perbedaan.
Pelangi berarti perpaduan.
Pelangi berarti persatuan.
Pelangi berarti persahabatan.
Pelangi berarti perdamaian.
Pelangi berarti penyatuan.
Pelangi berarti pengertian.
Tanpa adanya perbedaan, tak kan jadi "pelangi"
Tanpa adanya perpaduan, tak akan jadi "pelangi"
Tanpa adanya persatuan, tak akan jadi "pelangi"
Tanpa adanya persahabatan, tak akan jadi "pelangi"
Tanpa adanya perdamaian, tak akan jadi "pelangi"
Tanpa adanya penyatuan, tak akan jadi "pelangi"
Tanpa adanya pengertian, tak akan jadi "pelangi"
Sungguh menarik, bukan?
Pelangi seakan menyuguhkan semangat baru.
Bahwa masih ada merah, yang berarti keberanian
Bahwa masih ada jingga, yang berarti kehangatan
Bahwa masih ada kuning, yang berarti terang
Bahwa masih ada hijau, yang berarti kesegaran
Bahwa masih ada biru, yang berarti ketenangan
Bahwa masih ada nila, yang berarti misteri
Bahwa masih ada ungu, yang berarti ambisi
Kupercaya, Tuhan selalu melukis pelangi di balik hujan, di atas kanvas kehidupanku.
Rancangan Tuhan tak pernah tak sempurna, bukan?
Sebab Dia Allah yang kreatif, semua rancanganNya pasti indah.
Salam Harapan,
Putri Pelangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar